WORKSHOP POLICY BRIEF HIMASTAN 2025
“From Problem to Policy: Mengolah Isu Strategis Menjadi Rekomendasi yang Efektif”

Universitas Negeri
Surabaya, 5 Juli 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi D-IV Administrasi
Negara (HIMASTAN) sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Policy Brief
HIMASTAN 2025 pada Sabtu (5/7), yang diikuti oleh 149 peserta dari
berbagai perguruan tinggi dan menghadirkan pemateri ahli, Ibu Rindri Andewi
Gati, S.AP., M.KP. dosen Politeknik STIA LAN Jakarta. Bertempat secara daring
melalui Zoom Meeting, workshop ini menjadi bagian dari program kerja
Departemen Sosial dan Politik (SOSPOL) HIMASTAN yang bertujuan meningkatkan
kompetensi mahasiswa dalam menyusun policy brief yang berbasis bukti,
sistematis, dan implementatif.
Workshop dimulai dengan sesi pemaparan materi oleh Ibu Rindri Andewi Gati, S.AP., M.KP. yang mengangkat tema “Strategi Menentukan Isu dan Menyusun Policy Brief yang Efektif Melalui Pendekatan Politik dan Kebijakan Publik.” Dalam sesi ini, beliau menjelaskan bahwa policy brief adalah alat komunikasi strategis untuk menyampaikan rekomendasi kebijakan kepada para pengambil keputusan secara ringkas, tajam, dan berbasis data.

Materi diawali dengan
pengantar mengenai pentingnya kebijakan publik sebagai respons atas
permasalahan sosial yang kompleks. Ibu Gati menjelaskan bahwa kebijakan publik
yang efektif harus lahir dari proses identifikasi masalah yang benar, bukan
sekadar asumsi, dan hal ini dapat dilakukan melalui metode seperti Problem
Tree Analysis serta pendekatan USG (Urgency, Seriousness, Growth). Lebih
lanjut, peserta dibimbing memahami struktur penulisan policy brief yang baik,
meliputi: judul yang menarik, ringkasan eksekutif, latar belakang masalah,
analisis permasalahan, rekomendasi kebijakan, dan daftar pustaka. Penekanan
khusus diberikan pada pentingnya kejelasan dalam komunikasi, karena policy
brief ditujukan bagi pembuat kebijakan yang mungkin tidak memiliki latar
belakang teknis akademik. Materi juga menyoroti pentingnya menyelaraskan solusi
kebijakan dengan kondisi politik dan sosial yang ada agar rekomendasi tidak
hanya ideal secara teori, tetapi realistis dalam implementasi. Dengan gaya
pemaparan yang komunikatif dan diselingi contoh-contoh aktual, Ibu Rindri
berhasil membangun pemahaman peserta tentang bagaimana mengubah ide dan
keresahan menjadi usulan kebijakan yang konkret dan layak diperjuangkan.
Sebagai bagian dari output workshop, peserta diberikan penugasan untuk menyusun policy brief sesuai tema dan format yang telah ditentukan. Dari penugasan tersebut dihasilkan beberapa Karya Policy Brief Peserta yang sangat menarik. Hasil karya Peserta Workshop Policy Brief dapat dilihat pada barcode dibawah :

Dalam sesi tanya jawab yang interaktif, para peserta mengangkat isu-isu seperti efektivitas advokasi kebijakan mahasiswa, strategi menyusun rekomendasi yang realistis, hingga tantangan komunikasi antara akademisi dan pembuat kebijakan. Kegiatan ini menjadi momen reflektif sekaligus aplikatif bagi peserta dalam menjembatani antara kajian ilmiah dan kebutuhan nyata di lapangan.

Acara berlangsung
selama tiga jam dan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama serta penyerahan
sertifikat penghargaan kepada pemateri. Workshop Policy Brief HIMASTAN 2025
diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menanamkan budaya berpikir kritis
dan solutif, serta memperkuat posisi mahasiswa sebagai bagian penting dalam
ekosistem penyusunan kebijakan publik yang responsif dan berbasis bukti.