SPIRITUAL VISION COMPETITION 2025
“Voices & Frames: Speak Your Truth, Frame Your World”
Universitas Negeri Surabaya, 20 Juni 2025 – Departemen Agama
Himpunan Mahasiswa Sarjana Terapan Administrasi Negara sukses
menggelar kegiatan Spiritual Vision Competition pada hari jum’at (20/6)
yang diikuti oleh pelajar maupun mahasiswa di seluruh Indonesia.
Di tengah semangat perubahan dan keresahan sosial yang kompleks,
hadir sebuah ruang kompetisi yang tak hanya menampung karya, namun
juga memantulkan nilai: Spiritual Vision Competition (SVC) 2025.
Diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya, kompetisi ini menjadi
panggung nasional bagi para pelajar dan mahasiswa untuk menyuarakan
nilai spiritualitas melalui dua cabang lomba utama: Pidato dan Short Movie.
Berlatar tema “Menyuarakan Harmoni dan Toleransi dalam Masyarakat
Modern” para peserta dari berbagai penjuru tanah air mengikuti ajang ini
dengan semangat yang tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka datang
tidak hanya membawa karya, tetapi juga membawa misi: mengajak kita
semua kembali melihat dunia dengan kacamata nurani.
Lomba pidato menjadi salah satu ruang yang paling menggetarkan. Satu
per satu peserta naik ke panggung, menyampaikan gagasan dengan suara
penuh keyakinan. Dari sekian banyak pidato yang menggugah, muncul tiga
nama sebagai juara terbaik.
Lefi Putra Pratama dari SMA Negeri 1 Tanjungapinang berhasil menyabet
Juara 1 berkat pidatonya yang berjudul “Ikatan Simfoni Harmoni
Menyatukan Perbedaan”. Dengan tutur kata yang tajam namun
menenangkan, ia mengajak hadirin menyadari bahwa perbedaan bukanlah
jurang, melainkan simfoni yang menunggu untuk disatukan.

Di posisi Juara 2, hadir Wa Ode Mirza Nafisa dari SMA Budi Utomo
dengan pidato “Suara Muda, Wajah Toleransi Pluralisme Agama yang
Inklusif dan Berkeadilan”. Ia membawakan orasi yang tidak hanya cerdas,
tetapi juga menyala oleh semangat keadilan dan inklusi.

Sementara itu, Mhd Taufik Hasani Lubis dari UIN Walisongo Semarang
meraih Juara 3 dengan pidatonya yang berjudul “Menyatukan Harmoni
dalam Perbedaan – Islam Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam”,
menyuguhkan pesan mendalam tentang peran agama dalam membingkai
perdamaian.
Jika pidato menggugah lewat suara, maka short movie menyentuh lewat
gambar. Cabang lomba ini menghadirkan karya visual yang bukan sekadar
cerita, melainkan refleksi hidup yang dibungkus dalam sinematografi yang
jujur dan menyentuh.
Film berjudul “Peace from Something Small” dari tim Universitas
Pendidikan Indonesia keluar sebagai Juara 1. Diketuai oleh Rifki Wildan,
tim ini membuktikan bahwa pesan besar tak selalu harus lahir dari hal
besar — kedamaian justru sering tumbuh dari tindakan kecil yang tulus.

Juara 2 diraih oleh tim dari UIN Salatiga yang diketuai oleh Muchoyar
Umami, lewat karya “Ilmu Menyatukan, Iman Menguatkan”. Film ini
mengajak penonton untuk melihat bagaimana pengetahuan dan
spiritualitas dapat berjalan beriringan dalam menyatukan masyarakat.

Sementara itu, karya dari tim Universitas Negeri Jakarta berjudul “Berbeda
Itu Luka” berhasil meraih Juara 3. Film ini, yang diketuai oleh Cherish Tito
Nafassa, mengajak kita berkaca pada luka-luka sosial yang muncul karena
ketidaksiapan menerima perbedaan dan bagaimana kita bisa
menyembuhkannya bersama.

SVC 2025 bukan sekadar kompetisi. Ia adalah ruang refleksi, suara
advokasi, dan potret masa depan yang ingin kita bangun bersama. Sebuah
masa depan yang berakar pada nilai, dipandu oleh semangat toleransi, dan
digerakkan oleh keberanian generasi muda untuk bersuara.
Lewat kata dan gambar, para peserta SVC 2025 membuktikan bahwa
spiritualitas bukan sesuatu yang abstrak. Ia hidup di tengah masyarakat,
dalam tindakan sehari-hari, dan terutama dalam karya.